News

Know about market updates

Lucy Rumantir, Tinggalkan AS Kembali ke Dunia Konsultansi

Empat tahun meninggalkan Indonesia dan sesekali mampir untuk urusan bisnis, tidak berarti membuat seorang Lucy Rumantir lupa dengan tanah airnya. Posisi nyaman bertabur fasilitas sebagai President & Chief Operating Officer (CEO) di OUE Limited, perusahaan pengembang yang memiliki portofolio di Asia dan Amerika Serikat, tidak menyurutkan langkahnya untuk kembali berkiprah di Indonesia. Di OUE Limited, Lucy  bertanggung jawab penuh atas bisnis pengembang yang terdaftar di bursa saham Singapura itu, untuk seluruh portofolionya di Amerika Serikat.

Lucy Rumantir tanah-dijual-di-

Lucy Rumantir

“Ruang kantor saya full satu lantai, dengan view kota, di gedung tertinggi di Los Angeles,” ungkapnya bangga. Kantornya berada di gedung US Bank Tower (310 m), gedung perkantoran milik OUE dan dilengkapi dengan open-air oveservation deck dan sky-slide di ketinggian.

Tapi ibarat kembali ke “khitah”-nya, Lucy kini kembali masuk ke dunia konsultan properti, kali ini di bawah bendera Savills. Di perusahaan konsultan asal Inggris tersebut, Lucy menduduki posisi Senior Executive Advisor. Savills sendiri sudah masuk ke Indonesia sejak lama, tapi kemudian “hilang” dan hadir kembali ke sini sejak dua tahun lalu. Namun Lucy baru bergabung di Maret 2017, karena tidak bisa segera meninggalkan tanggung jawabnya di AS. Lucy mengaku kalau dunia konsultansi tidak bisa ditinggalkan.  “Berbeda saja rasanya, ketika kita bisa memberikan advise kepada developer owner dan mereka menjalankan sesuai yang kita sarankan,” kata lulusan Trisakti, Jakarta dan pemegang gelar MBA dari sebuah universitas di Hawaii, AS ini.

Konsultan, menurutnya, adalah pihak yang bisa mengetahui kondisi pasar lebih baik, jadi bisa ‘mengarahkan’ apa yang baik dan menguntungkan bagi owner. “Kami akan menyarankan kapan sebaiknya developer itu membangun dan seperti apa. Jadi mereka tidak latah, seperti yang dilakukan banyak developer dadakan,” papar mantan CEO & Chairman of Procon Indah/Jones Lang LaSalle (JLL) Indonesia.

Menurutnya, kondisi saat ini hampir mirip seperti tahun 2012, di mana saat itu Indonesia masih terkena imbas krisis Eropa dan Amerika. Bedanya, sekarang situasi politik di dalam negeri sedikit memanas dan itu berdampak pada investasi. Bukan berarti Lucy pesimitis. Lucy menilai, bisnis properti tetap tumbuh tapi belum bisa lari kencang.  Kondisi pasar properti sekarang untuk beberapa subsektor, tidak bisa dikatakan over supply, tapi belum matching saja antara kemauan pasar dengan pasok yang ada.

“Itu karena developer membangun, apa yang dimaunya saja, bukan menyesuaikan dengan pasar,” tegasnya. Karena itu, sarannya, pengembang harus kreatif dan penuh inovasi. Bahkan, “Developer itu justru harus menciptakan pasar, bukan sekadar ikut-ikutan,” katanya.

The post Lucy Rumantir, Tinggalkan AS Kembali ke Dunia Konsultansi appeared first on Housing-Estate.com.

Source: New feed

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *